Pantai Timang, Gunung Kidul

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Pantai Timang merupakan sebuah pantai alami yang terletak di kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Berjarak 67.7 km dari bandara Adi Sucipto, perjalanan menuju kesana dapat memakan waktu selama 2-3 jam dengan akses jalan yang cukup sulit.

28 November 2015 lalu, saya mengunjungi pantai Timang dengan mengendarai motor dari bandara Adi Sucipto. Waktu tempuh yang kami butuhkan sekitar 2 jam dengan jalanan di 1-2 KM terakhir seperti gambar di bawah ini.
SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Batuan di sepanjang jalan menuju pantai timang seperti pecahan karang yang tajam dan lancip dengan jalan yang bergelombang naik turun. Kalau kamu mau mengunjungi tempat ini, saran saya lebih baik naik motor atau mobil dengan spesifikasi minimal MPV. SUV atau off road lebih baik, mengingat kondisi jalanan yang seperti ini.

Setibanya di pantai Timang, saya menjumpai beberapa pendopo menghadap ke pantai untuk tempat pengunjung beristirahat. Kondisi pantai Timang dan sekitar kala itu tidak begitu ramai pengunjung, sehingga saya bisa menikmati sepoian angin di dalam pendopo sambil beristirahat.
SAMSUNG CAMERA PICTURES

Di sekitaran pantai timang, saya hanya menjumpai 1 warung yang menjual makanan ringan dan minuman ditambah dengan 1 penjual di antara pendopo yang menjual minuman dingin. Jadi, kalau kamu mau kesini dalam waktu yang cukup lama, lebih baik membawa logistik sendiri.

Pantai Timang menawarkan wisata gondola untuk kamu yang berani. Harga untuk naik gondola adalah 150 ribu per orang pulang pergi. Tapi, kalau kamu cuma mau foto doang nggak sampe nyebrang dikenakan biaya sebesar 50rb. Gondola itu sendiri, sebenarnya sudah ada dari tahun 1997 yang digunakan untuk ke sebrang yang merupakan habitat lobster. Gondola tradisional yang terbuat dari kayu akasia awalnya hanya di topang dengan 3 tali tambang saja, namun untuk menjaga stabilitas transportasi gondola, jumlah tambang terus ditambah hingga kini menjadi 9 tambang.

Gondola

Gondola

Gondola itu sendiri mengantarkan pengunjung ke sebrang sejauh 98 meter dengan ketinggian 9-11 meter dari permukaan laut. Waktu saya menaiki gondola, ada sedikit rasa deg-degan di detik-detik awal namun selebihnya saya sangat menikmati bahkan sempet selfie di tengah. Goyang? pasti. Gondola berpindah ke sebrang dengan bantuan warga yang menarik tambang secara manual dengan menggunakn jari-jari roda sebagai poros.

Saat saya berhasil menyampai ke sebrang, saya ngobrol dengan Pak Siswanto, salah satu yang terlibat dalam proses perancangan gondola itu. Dulunya, gondola tersebut dibuat oleh 6 orang : Pak Siswanto, Pak Warno, Pak Sartono, Pak Warsito, Pak Supriyanto dan Pak Tukijan. Awal mula pembuatan gondola di tahun 1997 membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Mereka naik kapal dari pantai Siung, kemudian Pak Warno (mantan pelaut) berenang dari tengah sembari membawa tambang untuk mulai merancang. Kapal tidak bisa bersandar dipinggir karena arus yang sangat besar. Perlahan demi pasti akhirnya, gondola tersebut bisa digunakan sebagai alat transportasi menuju habitat lobster. Dan akhirnya gondola dijadikan wisata mulai tahun 2012 dimana pertama kali dikunjungi oleh rombongan dari Jejak Si Gundul. Fyi, pantai Timang pernah dipake oleh pihak Korea untuk shooting, loh!

Selain itu, beliau banyak bercerita tentang lobster yang ada disini, karena ia adalah seorang pengepul lobster. Di awal pembuatan gondola, Pak Siswanto dan teman bisa panen lobster sebanyak 35-70kg per harinya namun semenjak tahun 2000an sampai sekarang hanya panen sekitar 10-15kg. Harga jual lobster pun yang dulunya hanya 15rb/kg menjadi 260-450rb/kg tergantung kualitas lobster itu sendiri.

Lobster dari pantai Timang nantinya akan dijual atau dikirim ke Cilacap maupun Jakarta dalam kondisi tetap hidup. Untuk itu, perawatan lobster sangat diperhatikan oleh Pak Siswanto supaya lobster tetap hidup begitu sampai tempat tujuan. Saat ini perawatannya dengan menaburi serbuk kayu pada lobster yang sudah dikeringkan dari kolam. Perlu diketahui bahwa lobster akan tetap hidup dengan kadar kondisi garam yang pas.

Rumah Pak Siswanto tidak terlalu jauh dari Pantai Timang, disana bisa memesan lobster matang untuk dinikmati. Beliau memberitahukan harga lobster masak yang dijual di rumahnya adalah 350rb/kg sudah termasuk nasi dan lauk pendamping. Bisa dimakan untuk 3-4 orang. Wisatawan asing banyak yang berdatangan ke rumah pak Siswanto untuk menikmati lobster tersebut seperti orang Korea, Malaysia dan Spanyol. Tak mau ketinggalan, saya pun bergegas ke rumah Pak Siswanto dan mencicipi. Enakk! Dan dijamin lebih murah daripada lobster yang dijual di pantai lainnya, karena Pak Siswanto pengepul dan distributor ke restoran lain 🙂

Psst.. Pak Siswanto becerita, konon, nama pantai Timang berasal dari seorang ibu hamil yang lahiran di sekitar sana saat usia kandungan 7 bulan 9 hari di jam 6 pagi ketika sedang mencari rumput laut. Si Ibu menimang bayinya dan jadilah pantai ini disebut dengan Pantai Timang.

You may also like...

10 Responses

  1. Heyru says:

    Keren gan pemandangannya
    Ane baru tau kalau di GK ada pantai timang, taunya sih cuma pantai indrayanti, wedi ombo, sama baron

    Maklum kalau main ke pantai pasti kesitu mulu
    hehe

  2. Keren banget, mbak eanindya ini.
    Info perjalanan ke pantai yang bagus tuh, semoga dapat menjadi referensi buat kita – kita nih.
    Semangat bertravelnya deh.
    Salam.

  3. Lingga says:

    Heloo mbak Eanindya, sebenernya Saya yang comment dengan nama Pantai Timang diatas tuh, hehehe….

    Mbak, Saya hendak kasih info nih.
    Situsnya mbak Eanidya ini terkena kartu kuning Si Mbah G, skornya 1 katanya “situs link keberagaman rendah”.

    Jadi Sarannya, berilah tautan Ancor text seperti “Pantai Timang” bisa juga “Tempat wisata di Gunung Kidul” dengan URL yang bisa di klik pada setiap halaman dan halaman lainnya tentunya.

    Nanti Saya bantu proses teknis penyerahannya ke Si Mbah deh, kalau mau dari jarak jauh, hehe….

    Banyakin deh, link yang bisa di klik didalam setiap halaman postingan travelernya mbak agar nggak kena kartu kuning tuh sama si Mbah dan Mbak bisa jadi Travel Blogger yang top, hehe…..
    Selamat bertravelling lagi lagi 🙂

    Salam kenal, mbak
    Lingga.

  4. Eshabell says:

    Hallo mau nanya kalo mau makan lobster dinner rumah Pak siswanto itu, ketemu nya am bpk nya gimana ya? Apa bpk nya memang sering ada di pantai timang? Trima kasih

    • eanindya says:

      Halo, dulu aku kenal pak Siswanto karena dia yang narik gondola di pantai Timang. Berdasarkan cerita beliau, dia di pantai terus sih. Semoga kamu bisa ketemu yah sama pak Siswanto

  5. ayat says:

    bagus sekali artikelnya… maap ada kontak no hp pak siswanto?… terimakasih jika ada mohon di mesenger ke https://www.facebook.com/as.supriatna.330

  6. Wenti says:

    Pantai timang buka sampai jam berapa ya sis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Design BangladeshWeb Design BangladeshMymensingh