Cerita Tilang Slip Biru

 

Minggu, 11 Januari 2015

“Selamat sore Bu, ke kanan sedikit yah” pinta Pak Sodikin, sang polantas  yang memberhentikan mobil gue di kawasan Harmoni. Gue langsung mengarahkan mobil ke sebelah kanan mendekat ke pos polisi Harmoni. “Boleh lihat SIM-nya?” pintanya kembali setelah gue selesai mengarahkan mobil ke sebelah kanan. Gue segera mengambil SIM yang ada di dompet gue dalam tas yang diletakan di kursi penumpang depan. Gue sengaja tidak mengeluarkan dompet dari tas, karena gue inget kata-kata temen gue “Kalau elu mau keluarin SIM dari dompet karena diminta polisi, usahain supaya polisinya nggak lihat isi dompet lu.” Lalu gue memberikan sambil berkata, “ini yah pak.” “Kalau STNK-nya ada Bu? Boleh saya lihat?” tanya Pak Sodikin. “Oh, sebentar yah Pak” kata gue sambil merogoh dompet kunci yang masih menggelantung pada kunci yang tertancap di lubang kunci mobil. Gue buka dompet tersebut dan mengambil STNK di dalamnya. Gue segera menyerahkan langsung ke Bapak Sodikin. Beliau segera mengecek data dalam SIM dan STNK gue kemudian Ia bilang bahwa gue melewati marka jalan. Dan gue hanya mengangguk saja, karena gue baru pertama kali nyetir sendiri melewati jalur itu. Kondisinya saat itu gue dari Grand Indonesia Mall mengarah ke Gajah Mada. Gue ambil jalur kiri dan mendapati lampu merah. Lalu gue mencoba mengambil jalur kanan dan mendapati bahwa jalur itu mengarah ke Pecenongan. Akhirnya gue memperlambat laju mobil dan begitu lampu hijau gue mematahkan jalur ke kiri. Namun begitu melewati lampu lalu lintas, gue diberhentikan oleh seorang Polantas. Ditilang.

Kemudian Pak Sodikin pergi meninggalkan gue masuk ke dalam pos polisi. Gue hanya diam saja menunggu di mobil. Gue mendengarkan lagu dari radio yang sedang diputar sembari membuka website google di handphone. Gue mencari perbedaan antara slip merah dan slip biru untuk tilangan. Dengan waktu yang terbatas dan sedikit rasa gugup karena baru pertama kali ditilang, gue hanya mendapatkan informasi bahwa kalau gue meminta slip biru artinya gue mengakui kesalahan gue dan wajib membayar denda. Gue mulai nanya di group whatsapp gue, sebaiknya gue minta slip merah atau biru. Respon teman gue beragam, mulai dari nanya gue kena tilang dimana, kenapa bisa kena tilang, sampe akhirnya gue mendapatkan saran dari temen gue untuk meminta slip biru. Alasannya karena denda langsung dibayarkan ke rekening negara, jadi dapat dipastikan jika gue minta slip biru dan bayar denda, duitnya masuk kas negara. Sekitar 10 menit kira-kira gue diam di dalam mobil, lalu gue tak melihat sama sekali sosok Pak Sodikin. Akhirnya gue memutuskan untuk mematikan mesin, keluar dari mobil dan nyamperin Pak Sodikin di dalam pos polisi. Di dalam sana, gue mendapati beliau sedang menulis surat tilangan di atas lembar merah.

“Pak, saya minta slip biru saja yah” pinta gue.

“Nanti Ibu denda maksimalnya Rp. 500.000 loh”

“Iya gakpapa, Pak. By the way, kalau saya cuma melanggar 1 pasal, memang denda seharusnya berapa Pak?” tanya saya kembali

“Ya nggak tau saya, tergantung nanti.”

“Maksudnya?”

“Iya, nanti pengadilan yang menentukan. Ibu bayar denda maksimal Rp 500.000 di BRI cabang Veteran yah”

“Kenapa di cabang Veteran, Pak?”

“Karena ini yang paling dekat dengan posisi Ibu ditilang. Tapi karena ini hari Minggu, Ibu bayarnya hari Senin yah.” “Silahkan Ibu tanda tangan disini” pinta Pak Sodikin sambil menyodorkan buku tilang.

“Pak, sebelum tanda tangan, saya baca dulu yah isinya apa”

“Silahkan”

Gue memperhatikan isi dari surat tilangan tersebut, ada keterangan data pribadi gue mulai dari Nama, Alamat, TTL, dan lain lain, berita acara pelanggaran, keterangan dokumen yang disita, waktu dan tempat persidangan, denda maksimal dan bank setor, pernyataan terdakwa serta ruang bank.

Sembari membaca, gue banyak bertanya kepada Pak Sodikin,

“Ini kenapa ada tanggal sidang Pak? Saya harus sidang?”

“Iya, biar tau dendanya berapa”

“Walaupun saya minta slip biru?” tanya gue untuk meyakinkan

“Iya Bu” jawabnya.

“Lalu ini pasal 287 ayat 1 itu apa Pak?”

“Itu pelanggaran yang Ibu lakukan, sesuai dengan UU 22/2009”

“Coba yah Pak, saya browsing dulu pasal itu isinya apa” kata gue sambil searching di google. Gue mendapati bahwa pasal 287 ayat 1 berbunyi :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

“Lalu ini kolom terdakwa saya isi dulu yah Pak”

“Nggak usah, langsung tanda tangan aja”

“Loh koq gitu, saya mau isi dulu yah Pak.” pinta gue sambil minta mengisi kolom terdakwa. Gue mencentang pilihan sidang yang diwakili. Gue menuliskan nama kakak gue dan alamat tempat dia tinggal. “Pak, kalau misalnya disini saya pilihnya persidangan akan diwakilkan, tapi nanti kenyataannya saya datang sendiri, nggakpapa?” “Iya gakpapa, lebih baik malah iya” jawab si Pak Sodikin.

Sebelum menandatangani, gue make sure lagi ke Pak Sodikin, apa benar gue harus tanda tangan di slip merah ini jika gue pengin minta slip biru, dia mengatakan benar sebab sertas surat tilang ini berupa kertas karbon yang terdiri dari lima lapis merah – biru – kuning – hijau dan putih. Akhirnya gue menandatangani, kemudian Pak Sodikin memberikan slip biru tersebut berbaregan dengan STNK mobil. SIM gue ditahan sama Pak Sodikin.

Slip Tilang Biru

Slip Tilang Biru

Senin, 19 Januari 2015

“Selamat Pagi, ada yang bisa dibantu Ibu?” tanya Pak Pri, seorang satpam di depan lobi bank BRI Veteran sembari membukakan pintu kaca sambil tersenyum.

“Pak, saya mau bayar tilangan. Caranya bagaimana yah?

“Tunggu sebentar yah, saya ambilkan form-nya” jawab Pak Tri, sembari mempersilahkan gue duduk di ruang tunggu. Setelah mengambil form yang dimaksud, dia menghampiri gue, “Ibu, ini formulir yang harus dilengkapi. Setelah selesai langsung ke teller saja yah Bu.”

“Baik, Pak. Terima kasih”

Gue mengisi formulir seperti gambar di bawah ini. Dimulai dari nama, alamat, nomor form tilang, nominal denda maksimal dan tanda tangan.

 

Slip setor denda tilang

Slip setor denda tilang

Setelah selesai mengisi, gue segera menuju ke teller dan mendapati Mbak Astrid yang bertugas disana. Gue langsung menyerahkan form setor, surat tilang biru serta uang sejumlah Rp. 500.000,- Mbak Astrid memproses transaksi gue dan setelah selesai, dia memberikan kembali slip yang sudah ditandatangani sebagai bukti bahwa gue sudah selesai transaksi. Gue langsung bertanya ke Mbak Astrid, “Mbak, tau nggak? Habis ini saya bisa ambil SIM saya dimana yah?” “Kalau dilihat dari slip biru, Ibu ambilnya di Polda Sudirman yah”, jawabnya. “Tapi mbak, saya harus sidang tanggal 23 Januari 2014, kalau saya lihat di slip biru ini” jawab gue sambil menunjukan keterangan tanggal sidang ke Mbak Astrid. Kemudian Mbak Astrid bertanya pada rekan di sebelahnya dan dia menjawab, “kalau Ibu mau ikut sidang, berarti ambil SIM-nya pas sidang itu yah Bu, di pengadilan Jakarta Pusat”. “Oh gitu yah Mbak, terima kasih buat informasinya. Mari, Mbak” tutup gue.

Jumat, 23 Januari 2015

Pagi itu, gue inget banget Jakarta diguyur hujan dari semalaman. Setelah gue nengok keluar rumah, banjir udah setinggi 30cm. Gue langsung buru-buru untuk bersiap-siap dengan harapan gue bisa sampe di Pengadilan Negri Jakarta Pusat jam 08.00. Tapi alam berkata lain, macet yang luar biasa di sepanjang perjalanan gue ditambah genangan air mengharuskan gue memperlambat laju mobil, gue baru bisa sampe di lokasi jam 08.30. Udah gitu ditambah nyasar pula, jadilah gue telat sampe. Gue sebelumnya udah membayangkan bahwa gue akan riweuh disana. Gue harus antri ngambil nomor antrian, masuk ke dalam ruang persidangan, duduk di hadapan jaksa dan hakim kemudian diberikan putusan yang harus gue tanggung, seperti persidangan yang gue lihat di televisi. Begitu gue sampe, gue pun harus parkir di pinggir jalan karena parkiran di dalam area PN Jakpus sudah penuh. Banyak orang menawarkan jasanya untuk mengurus tilang gue. Namun, semuanya gue tolak dengan satu alasan, gue pengin tahu proses tilang yang sebenarnya itu seperti apa. Gue bertanya pada satpam yang sedang berjaga di depan tentang lokasi sidang. Beliau mengatakan di lantai 2. Gue segera bergegas menuju tempat yang dimaksud si Bapak satpam. Gue menaiki anak tangga dan mendapati kerumunan orang-orang yang sedang mengantri. Gue mendekati perlahan untuk mencari tau apa yang mereka lakukan. Ternyata mereka sedang mengambil nomor antrian. Gue menunggu sampe keadaan sepi, kemudian gue bilang ke petugas disana, “Misi mas, saya mau ambil nomor antrian sidang” kata gue sambil memperlihatkan slip biru dan slip setor tilang. “Ini sudah di fotokopi belum mbak?” tanya si petugas. “Oh belum mas”, “yasudah, di fotokopi dulu yah mbak, masing-masing satu lembar untuk dokumentasi Mbak-nya” jelasnya kembali. “Kalau di foto saja di hanpdhone, bisa nggak mas?” tanya gue. “Mendingan di fotokopi, Mbak.” “Oke, mas, baiklah”.

Gue segera turun tangga mencari tempat fotokopi yang kata si petugas tadi ada di belakang gedung. Gue berjalan ke belakang gedung dan menemukan sekumpulan orang yang sedang karaoekan di temani suara hujan. Lalu gue tengok kanan kiri sampai akhirnya menemukan sebuah ruangan dengan pintu kaca yang bertuliskan ‘tempat fotokopi tutup’. Sedih. Akhirnya gue bertanya kepada salah seorang yang sedang karaokean, letak tempat fotokopi lainnya ada dimana. Beliau menjelaskan bahwa gue harus keluar gedung dahulu, belok ke kanan, kanan lagi sampai menemukan gang kecil di sisi kanan dengan plang bertuliskan ‘fotokopi’. Gue mengikuti arahan si Bapak sambil payungan cantik karena hujan yang tak kunjung reda. Setibanya di tempat fotokopi, gue antri lagi. Disana seorang Ibu yang sepertinya calo menawarkan diri untuk mengurus tilangan gue, namun gue bilang dengan sopan, “tidak usah, Bu. Terima kasih”. Lalu dia bilang, “kalau nanti denda kamu Rp. 500.000,- bilang saja ke saya, nanti saya minta turunin dendanya.” Gue Cuma bilang dengan jipernya, “baik, Bu. Terima kasih.” Selesai ngomong begitu, si Ibu pergi meninggalkan tempat fotokopi dan kemudian gue mikir dalam hati, “Gimana cara gue menghubungi Ibu itu, secara gue nggak punya contact personnya dia.”

Selesai fotokopi berkas, gue kembali lagi menemukan si petugas nomor antrian. Gue dapet nomor 187.

Nomor Antrian Sidang

Nomor Antrian Sidang

Setelah gue mendapatkan nomor antrian, seorang Bapak yang berdiri di sebelah petugas bertanya :

“Ibu, sudah tau prosesnya kalo slip biru bagaimana?”

“Sudah, Pak” jawab gue sambil tersenyum dengan penuh keyakinan padahal nggak yakin-yakin amat.

Kemudian gue menunggu nomor gue dipanggil sambil memperhatikan sekitar. Banyak bapak dan ibu yang sedang menunggu antrian juga seperti gue. Ada juga beberapa petugas yang duduk di dalam ruangan sidang menghadap keluar dengan tumpukan slip merah di depannya sambil berteriak, kira-kira seperti ini :

“Enam puluh dua.. tujuh puluh ribu”

“Tujuh puluh enam.. seratus lima puluh ribu”

Orang-orang yang memiliki nomor antrian tersebut langsung mengahmpiri si petugas, memberikan sejumlah uang dan menerima surat yang ditahan, entah SIM atau STNK. Semacem barter.

Gue langsung mikir dengan polosnya, “koq nggak ada sidangnya? Apa gue nanti prosesnya beda?”. Gue dapet informasi dari temen kampus gue yang pernah sidang tilang dengan stepping kira-kira seperti ini : masuk ke dalam ruang sidang – duduk – dibacain putusan dan ketok palu – slip tilang diberikan – bayar ke loket – ambil SIM/STNK di loket. Tapi ini yang gue lihat lebih kaya barter, ada uang ada barang. Entahlah.

“Mbak Easther” panggil petugas nomor antrian

“Ya Pak” kata gue sembari menghampiri petugas tersebut yang ternyata bernama Hendro.

“Ini yah SIM-nya” kata Mas Hendro sambil menyerahkan SIM gue. Gue langsung mengecek SIM gue yang dibungkus plastik lalu bertanya, “kenapa nggak ada sidangnya, Mas?”

“Mbak Easther nggak perlu sidang lagi karena sudah bayar denda ke Bank BRI”

“Loh, denda saya berapa Mas jadinya? Kwitansinya mana? Bukannya denda saya seharusnya diputuskan di pengadilan?” tanya gue bertubi-tubi

“Mbak, hari ini semua slip ditumpuk dulu, nanti sore baru di serahin ke kejaksaan”

“Loh koq gitu Mas?”

“Iya, soalnya nggak keburu kalo di sidang satu-satu. Ada banyak. Tuh mbak, lihat deh di bawah meja” jawab si Mas Hendro sambil menunjukan salah satu kolong meja di dalam ruang sidang.

“Terus saya bisa dapetin kwitansi denda saya untuk tau besarnya berapa dimana mas?”

“Gini yah, hari Senin tanggal 26 Januari 2015, mbak ke Kejaksaan di Kemayoran” jawab Mas Hendro

“Lalu? Saya disana ketemu sama siapa?”

“Mbak, bisa ketemu sama Pak Arief atau Pak Jamal atau Bu Resti. Mbak datang jam 9 saja kesana”

“Oh begitu, yasuda terima kasih yah mas Hendro” tutup gue.

Senin, 26 Januari 2015

Gue berangkat dari kantor menuju Kejaksaaan Negri sekitar pukul 08.30 pagi karena kebetulan letak Kejaksaan Negri Jakarta Pusat tidak terlalu jauh dari kantor gue. Setibanya disana, gue langsung menuju loket tilang. Gue banyak menjumpai orang yang sedang duduk di depan loket. Setelah gue perhatikan, orang tersebut hendak mengambil surat yang ditahan polantas saat ditilang. Prosesnya tidak jauh berbeda dengan di pengadilan yang gue lihat pada hari Jumat lalu. Orang di dalam loket memanggil nama yang ada di kertas tilang merah dan menyebutkan nominal yang harus dibayarkan. Setelah dibayar, surat yang ditahan, entah SIM atau STNK dikembalikan. Gue langsung menghampiri loket tersebut kemudian bertanya kepada salah satu orang di dalam loket tersebut, “permisi Pak, saya bisa ketemu dengan Pak Jamal?” tanya gue, “Oh iya, saya sendiri. Ada apa Ibu, ada yang bisa dibantu?”, “saya mau ambil kwitansi denda tilang saya” jawab gue sambil menyerahkan lembar fotokopi yang gue punya. “Oh, Ibu kemarin minta slip biru yah? Begini Bu, berkasnya belum turun sampai ke Kejaksaan, ini kan Ibu baru ke pengadilannya Jumat lalu, palingan berkasnya baru selesai Jumat minggu ini”. Gue diem sebentar mencoba memahami maksudnya Pak Jamal dan tetap tidak mengerti. “Loh, waktu di pengadilan, saya diminta kemari hari ini Pak buat ambil kwitansi dendanya. Koq udah sampai sini masih disuru menunggu lagi?” tanya gue lagi ke Pak Jamal. “Iya Bu, berkas akan dikirimkan pengadilan kesini. Biasanya butuh waktu seminggu. Gini aja, Ibu berikan ke saya fotokopi KTP 2 lembar dan nomor handphone Ibu. Kalau misalnya putusan pengadilan lebih kecil dari denda maksimal, nanti Ibu kami SMS untuk datang kemari lagi dan kami berikan surat keterangan buat pengembalian uang ke Bank BRI.” “Loh, kalo dendanya sama, terus saya nggak di SMS-in? Saya mau minta kwitansinya dong Pak buat lihat denda sebenarnya berapa?” pinta gue. “Yauda Bu, Senin depan, Ibu kemari lagi yah. Pasti sudah ada kejelasannya. Minta fotokopi KTP dan nomor handphonenya yah Bu”. Karena gue udah males nanya-nanya lagi kenapa harus begini dan kenapa harus begitu dan kenapa terkesan di-php, akhirnya gue memberikan fotokopi KTP 2 lembar dan nomor handphone gue. Kemudian gue say thanks ke Pak Jamal lalu kembali ke kantor untuk bekerja seperti biasa.

Seminggu gue tungguin, tapi nggak ada SMS juga yang masuk ke handphone gue. Senin siang, 2 Februari 2015, menjelang waktunya lunch, gue dateng lagi ke Kejaksaan untuk minta kejelasan dan kwitansi denda gue. Gue ketemu lagi sama Pak Jamal dan beliau meminta gue untuk menunggu sebentar. Kira-kira 5 menit menunggu, gue dipanggil untuk fotokopi hasil sidang 2 lembar. Disitu tertera bahwa gue kena denda Rp. 249.000,- dan biaya perkara Rp. 1.000,- Gue langsung jalan ke tempat fotokopi di dalem area Kejaksaan, lalu gue kembali lagi ketemu Pak Jamal dan menyerahkan fotokopi tersebut. Sehabis itu dia menyerahkan ke gue surat pengembalian uang denda,  fotokopi slip tilang, fotokopi putusan sidang dan fotokopi KTP. Kemudian Pak Jamal bilang sama gue bahwa duit kembalian bisa gue ambil di BRI cabang Veteran dengan menyerahkan berkas tersebut. Dan di akhir pembicaraan kami salah satu petugas di dalam loket bilang ke gue, “besok-besok minta slip merah aja, nggak ribet”. Gue senyum sambil bilang terima kasih.

Hasil putusan denda tilang

Hasil putusan denda tilang

Surat Pengembalian Sisa Denda Tilang

Surat Pengembalian Sisa Denda Tilang

Dari Kejaksaan, gue langsung pergi ke BRI cabang Veteran, prosesnya sama sekali nggak ribet. Menyerahkan berkas ke customer service, menunggu sebentar kemudian dipanggil kasir dan uangnya dikembalikan serta diberikan bukti pengembalian uang.

Slip pengembalian sisa denda tilang

Slip pengembalian sisa denda tilang

yang masih gue bingung, kenapa gue nggak sidang yah? terus hakim itu kalo mutusin besaran denda berdasarkan apa yah? yaudahlahya.

 

You may also like...

150 Responses

  1. Leo Agustino says:

    sharing yang bagus mba ea, maaf saya juga ga tau knapa mba ga disidang. semoga dapat pencerahan di pengalaman berikutnya *lhaa

  2. Annisa says:

    Saya suka sama artikel ini, sangat informatif. Saya berniat mau share di FB.

  3. ilmanakbar says:

    Zaman dulu saya pernah ditilang, minta slip biru juga > https://ilmanakbar.wordpress.com/2010/06/01/ditilang-karena-tidak-menyalakan-lampu-motor-di-siang-hari/

    Tapi abis bayar di BRI, dengan bukti slip transfernya itu, saya langsung ambil SIM-nya di kantor polisi (lupa, antara di kantor Dirlantas di Pancoran atau di Komdak, soalnya pernah ketilang di 2 kesempatan berbeda xD). Jadi sama sekali nggak sidang.

    Yang saya tahu sebelumnya sih gitu soalnya, slip biru = denda maksimal, ga perlu sidang = simpel, slip merah = perlu sidang = bisa lebih murah sih, tp ribet harus sidang. Ternyata slip biru pun tetep sidang ya? *bingung*

    Btw, nggak semua orang punya kemewahan waktu dan tenaga kaya mbak bisa bolak-balik begitu hihihi.. Pantesan aja orang2 banyak yg nembak atau pake calo, karena waktu demikian berharganya untuk melewati birokrasi yang sedemikian ribetnya huhu

    • eanindya says:

      sampe sekarang pun, saya masih bingung koq yang sebenarnya seperti apa. Saya ikutin semua prosesnya karena pengin tau aja prosesnya bagaimana, next-nya juga mikir lagi kalo mau ambil slip biru. Thanks for sharingnya ya mas 🙂

    • Ferdi says:

      Dendanya maksimal pak sidang..
      Fungsinya sidang, kalau denda tilangnya lebih kecil dari putusan hakim, kelebihan nya dikembalikan. Saya baru saja ditilang,udah lsg transfer & ambil sim di pos polisi lsg. Tapi yah gitu denda maksimal, tinggal di tangerang sidang di jaksel, hari kerja pula, pusing deh, mw direlain syg jg, mw di urus ribet.. Klo ga mau repot yah slip merah, pakai calo. Itung” nyumbang ke calo, mending calo daripada nganggur & jd kriminal?

  4. Sharingnya menarik mba..terimakasih.
    Tapi saya malah jadi bingung, koq slip biru masih perlu sidang juga yah? setahu saya, slip merah itu artinya mengakui kesalahan dengan bayr denda maksimal di BRI. bukti setornya sebagai bukti ambil SIM di kantor polisi terdekat. setelah baca ini, jadi ada informasi baru.
    beberapa minggu lalu, saya juga ditilang karena SIM saya mati. saya dikasih slip biru dan sidang di PN jaksel seminggu kemudian (hari jumat). sama dengan cerita mba, pas hari sidang, calo berjubel menawarkan jasanya. saya tolak karena ingin tahu proses sidang seperti apa. saya datang jam 8.30 dan dapat antrian 176. sidang baru dimulai pukul 09.00 dan saya baru masuk sekitar jam 10.30an. sidangnya memang jauh dari yang saya bayangkan. saya hanya dipanggil ke ruang sidang dan ditanyai hakim kesalahannya apa. kemudian saya membayar denda Rp80.000 ke petugas di ruang sidang dan mengambil STNK yang ditahan. tidak ada kwitansi atau bukti pembayaran apapun. prosesnya sih mudah,cuma ya antrinya saja yang membutuhkan waktu.

  5. yedhi says:

    Artikel yg menarik. Polisi sedikit membantu masyarakat tpi banyak menyusahkan masyarakat.,

  6. rio says:

    barusan minta slip biru juga, daaaan BRI sdh tidak menerima dengan alasan rekening penampungan sdh ditutup oleh kepolisian…
    rasanya kok mending dihilangkan aja slip birunya…
    mending minta slip merah atau damai aja…

  7. Riady Halim says:

    Saya baru aja nih ditilang dan minta Slip Biru. Slip Biru itu tanda ny kita ngaku salah dan “Menitipkan” Uang sejumlah Denda Maksimal di BRI sesuai ketentuan Pasal yang dilanggar. Jadi tetap harus ikut pengadilan guna tau besar Denda nya berapa. Uang lebihnya bisa diambil di BRI lagi. Nah, itu sempet ga disidang karena kemungkinan besar orang dalam persidangan itu berniat curang, menanggap anda tidak tahu soal kelebihan uang. Niat ny mereka sendiri yang mewakili sidang dan mencairkan uang lebih untuk kepentingan pribadi. Tpi karena anda meminta, mereka terpaksa mengoper anda ke Kemayoran untuk mengulur waktu. Seminggu kemudian berkas belum sampai di sana karena memang tidak ada niatan untuk dikirim, baru dikirim seminggu kemudian setelah Pak Jamal menagih berkas itu. Dan saya curiga karena anda tidak mengikuti pengadilan langsung, besar denda 250 kemungkinan telah dimanipulasi oleh pihak tertentu.

  8. Riady Halim says:

    Kelebihan Slip Biru, uang pasti masuk ke Bank Negara, Anti Korupsi jika mengikuti semua prosedur dengan benar.

  9. seri says:

    Hari ini suami saya kena tilang karna tidak menghidupkan lampu motornya dan ternyata SIMnya pun sdh expired 5 Juli 2015, jadilah punya 2 pelanggaran. Kami minta slip biru pada pak polisi. padahal si pak Polisi ngajakin damai. kami tidak bersedia. Beliau menuliskan angka 250.000. minta untuk menyetorkan ke bank BRI. Kami pastinya akan bayar sesuai yang diminta, tapi herannya kenapa harus ke BRI Balaraja, bukankah harusnya bisa di BRI cabang manapun? Dan lagi si pak polisi bilang supaya 2 hari kemudian bisa ambil stnk sambil menyerahkan bukti bayarnya. Tapi setelah saya googling around, saya menemukan bahwa kalau menerima slip biru, kita bayar denda maksimal di bank, kemudian ikutin sidang, nah nanti dalam persidangan akan diberikan kwitansi denda sebenarnya, kemudian slip pengambilan kelebihan ke bank. kalau ternyata dendanya lebih kecil dari yang dibayarkan, maka bisa mengambil kelebihannya di bank BRI yang sudah ditunjuk. Ribet bener ya. kita tidak diberi edukasi oleh petugas, yang ada kita harus googling around. 🙁

  10. abrar says:

    pikirku slip biru itu mengakui kesalahan dan siap membayar di bank sesuai kesalahan yg kita lakukan (tapi ingat kita harus tau kesalahan kita apa sebab ada 3 kesalahan berat, sedang, dan ringan dan itu sdh ada biayax masing2) dgn mengambil slip biru urusan tilang cpt selesai, dgn bayar di bri ambil kwitansix di setor ke polisi selesai sudah, ternyata tdk seperti itu melihat cerita teman2 di atas.

  11. adyjayaputro says:

    hehehe, Nice Infonya mba eanindya …
    Tampaknya Birokrasi yg bertele tele menjadi Tambang Emas Aparatur Negara deh .. :v : v :v
    Mirip dengan Lingkaran Setan,siapa yg kena Perangkap yaa Begutu deh …
    Seperti itulah Wajah Kepolisian dan Kejaksaan di Negeri ini,secara Test untuk bisa Masuk Polisi dan Kejaksaan Butuh Pelicin alias Fulus biar Lancarr …. hehehe,

  12. adyjayaputro says:

    hehehe, Nice Infonya mba eanindya …
    Tampaknya Birokrasi yg bertele tele menjadi Tambang Emas Aparatur Negara deh .. :v : v :v
    Mirip dengan Lingkaran Setan,siapa yg kena Perangkap yaa Begitu deh …
    Seperti itulah Wajah Kepolisian dan Kejaksaan di Negeri ini,secara Test untuk bisa Masuk Polisi dan Kejaksaan Butuh Pelicin alias Fulus biar Lancarr …. hehehe,

  13. rahmat says:

    berarti proses ya lama ya mbak? jdi hampir 3 minggu..
    5 minggu sma pas prtma di tilang ya..

  14. rahmat says:

    saya baru tdi pagi k PN.. d sruh k kjaksaan jg ni.. berkas ya cma fto copy bukti transaksi sama foto copy surat tilang ya??/kuitansi gk dpt?
    udah gtu antrian ya brantakn lgi.. desek”an.. gk ada rapi”y..
    beda sama d antrian bank..
    hehe.. :p

  15. rahmat says:

    inti ya mengakui slah itu jadi ribet..
    udah gtu SOP tilang ya minim info..
    banyak calo deh..

  16. yunanda says:

    Om rahmat yang abis dari PN , PN mana ?

    saya kena tilang mobil ,slip merah kemarin, cuma karna salah puter balik. disuruh ke PN jaksel tanggal 30 oktober, kelamaan …

    saya denger denger bisa dateng sebelum tanggal itu dan bayar aja ke loket, ga sampe 100 ribu. tapi itu berdasarkan googling pengalaman orang orang sih.

    temen saya sendiri sidang katanya mudah,kebetulan dia dulu di Jaksel ga antri, tinggal bayar,, tapi di tanggal yang ditulis di surat tilang.

    kalau saya sih merasa tanggal 30 oktober kelamaan.
    sementara masih ngumpulin info gimana enaknya ngambil SIM saya.. hehe

  17. afran says:

    Slip biru dendanya maksimal.
    Klo sudah setor ke BRI barbuk bisa langsung diambil dipolisi.
    Mbak bikin ribet sendiri mnta uang kembalian denda maksimal.

    • ray says:

      Baca dulu bro. Baca sampai tuntas. Dia nggak minta kembalian denda maksimal. Dia cuman ngikutin proses.

    • sistiawan says:

      hahaha ngaco loe bro, si mba itu ngga bikin ribet yang bikin ribet mah loe bro ribut mulu hahaha, dia mau ikutin proses dan dia cuma mau minta kwitansi bukan minta kembalian, lagian jga kga ada salahnya dia minta kembalian duit” dia bro wkwkwk

  18. Prabu says:

    Situ ngarang cerita mba ? Saya jg pernah kena tilang ngambil slip biru cuma kena 25 rb dan saat itu saya ngga punya sim

  19. Michael says:

    Kayak nya mudahan slip merah ya. Tapi slip merah bayar denda di kejaksaan. Apakah uang itu masuk Negara atau masuk kantong kejaksaan ya?

    • eanindya says:

      Saya tidak tau masuk kemana 🙂

    • awie says:

      saya 2 kali kena tilang slip merah dan 1 kali tilang lakalantas. melihat cara persidangannya, sangat tidak yakin denda tilang masuk kas negara seluruhnya.
      kali ini nekat minta slip biru, dan baca cerita ini.. ooo mai god.. *tepok jidat.. T_T

  20. Djuliyanto says:

    Slip biru = denda maksimal, bayarnya di bri yg di tentukan negara, yg kcp (cabang pembantu g bisa). G perlu ikut sidang sebenarnya.
    Slip merah = denda di putuskan pengadilan, kalau kelamaan bilang aja ke pak polisi (biasanya di suruh ambil di kantor samsat, tinggal titip bayar denda di kantor samsat (lebih murah dan g ribet) dan surat yg di tahan bisa langsung di ambil di kantor samsat). Slip biru ke kas negara, slip merah kayake masuk ke kas daerah

  21. MamasDiman says:

    ya beginilah negeri kita, kebijakan slip biru ataupun merah engga ngebantu.. keduanya sama” ngancurin dompet dan waktu..#kebijakanPayah

  22. Rosma dewi says:

    Sangat inspiratif jd tau mekanisme tilang itu seperti apa.tp alangkah baiknya bila kita taat berlalu lintas.selain keselamatan pribadi kita jg tidak membuka peluang aparatur negara untuk KKN

  23. tomi says:

    saya suka artikel yg informatif ini, saya juga masih bingung kenapa nggak sidang yah? terus hakim itu kalo mutusin besaran denda berdasarkan apa yah? harus nya ini PR bwt pemerintah, diusut samapai jelas ,
    kaya ga niat buat hapus kkn di negri ini,
    memalukan !!
    terimakasih mba informasi nya

  24. Rizal says:

    Iya kaka terimakasih infonya, saya bayar 250 , padahal kalo sidang gasebesar itu , terus liat transfernya atas nama siapa kalo masih nama orang tingkat korup masih tinggi seperti saya nama yg punya rekening titi bukan ke kas negara , jadi mending slip merah atau damai untuk mahasiswa seperti saya , soalnya rela gamasuk kuliah buat kesana kesini , system nya masih buruk calo dimana” bukan nya mengayomi masyarakat malah menyusahkan , sudah mengakui kesalahan jadi berfikir mending tidak mengakui aja

  25. dodo says:

    Saya ambil slip merah & persidangan. Disidang rame2 sama pelanggar lainnya. Dalam sidang ada yg langsung trima denda, ada juga yg menawar keringanan denda.
    Pas sebelah saya malah merasa tidak bersalah. Hakimnya ketok palu sembari bilang sidang ditunda dgn memanggil petugas di lapangan (polisi yg menilang).
    Untuk urusan uang masuk negara atau tidak memang lebih baik tanpa sidang, krn ada slip dari bank.
    Jadi terserah yg terkena tilang

    • eanindya says:

      Halo Dodo, terima kasih sharingnya. Ternyata ada juga yah penundaan sidang karena peserta tidak merasa bersalah. Saya baru tau loh setelah kamu cerita.. hehe

  26. ifa says:

    Terimakasig mbak, post nya sangat membantu

  27. Reza says:

    Sharing bagus mbak, setahun yg lalu sy pernah kena razia motor di cinere dan ditilang gara2 sim saya ketinggalan (dompet baru hehe). Nah waktu itu polisinya bener2 greget, ada yg mau nyogok, terus dia nolak dan ngasih sosialisasi ke semua yg dirazia tentang slip biru yg pake denda maks dan slip merah pake sidang dgn denda ditentuin hakim. Menurut pak pol pun sidang bisa diwakilkan sodara atau pembantu. Dan akhirnya jumatnya sidang di GDC. Ada bnyk calo disana tp sy ga tertarik karna udh googling proses sidangnya. Konon katanya calo malah bego2in kita. Setelah nunggu 1 jam, akhirnya dipanggil org2 dgn pelanggaran yg sama kyk sy, and voila! Dendanya 40rb+2rb. Udah deh stnk dan kwitansi bisa diambil dgn bahagia. Ternyata sidang tilang santai bgt ga kyk kata org2. Urusannya cukup cepat terus bs balik bwt kuliah lagi. Kesimpulannya memang paling ajib ambil slip merah. Say no to suap haha

  28. bunnyear says:

    Lain kali minta slip merah aja, bener tuh. Ribet bener kalo slip biru. Jgn terkecoh ama artikel yang beredar di internet kalo slip biru cm bayar denda aja.
    Saya baru2 aja kena tilang, minta slip merah. Polisi njelasin slip biru itu artinya ngakuin salah, dan denda sesuai UU nya, 500rb. heeeeghh…

    untungnya slip merah, saya ga perlu dateng sidang, kalo pas tgl sidang ga dtg, SIM nya akan dilimpahkan ke kejaksaan, bisa ambil di sana, ga perlu antri2, cuma bayar aja. ga sampe 100rb.

    • eanindya says:

      hehe iya bener, setelah ngalamin sendiri urus denda pake slip biru, rasanya selanjutnya kalo kena tilang (amit-amit), saya akan pilih slip merah. Nggak ribet soalnya.

  29. jordan abdurahchman says:

    bagus mba, artikel nya sangat membantu, tapi saya heran, kan banyak ya orang yang membayarkan slip biru (maksimal) trus dia ambil sim/stnk nya di polisi atau kantor polisi tertunjuk, trus kalo dia ga urus sisa uang kelebihannya di kejaksaan dan bri, berarti uang kelebihannya lari kemana ya

  30. Rainer says:

    Hai mbak, dan rekan2 yg mengikuti diskusi ini, numpang tanya donk, mungkin tahu lbh bnyk info..
    Kalo slip biru ini kan denda harus disetorkan ke bank yg dituju, namun kalau tidak sempat menyetorkan sampai batas waktu yg ditentukan, apakah bisa langsung ikut menjalani sidang..?
    Mohon pencerahannya..

    • eanindya says:

      Halo, saya belum tau juga untuk case seperti itu. Sebab, sebelum saya ikut sidang, saya harus menyerahkan slip pembayaran dan kertas tilangnya. Mungkin, kamu bisa telfon ke call center polda untuk lebih tau pastinya.

    • lubna says:

      mau tanya dong, gmn kelanjutannya kalau tdk menyetorkan uang sampai batas waktu yg ditentukan? Prosesnya gmn ya? Sy ngalamin juga nih

      • eanindya says:

        Halo, mohon maaf sebelumnya, saya juga kurang tau kalo tidak menyetorkan uang sampai batas yang ditentukan prosesnya bagaimana. Coba langsung datang ke bank aja mbak biar dikasi petunjuk. Good luck ya.

  31. Chiefonge says:

    Saya juga pernah minta slip biru. Tidak seindah dan diharapkan, pas kedatangan tgl sidang, nama tidak ad di didaftar, dan disuruh kejaksaan, ternyata kejaksaan bilang, tgl sidang diubah oleh polisi dan sdh terlambat. SIM dapat saya terima kembali dari kejaksaan, 500 ribu melayang

  32. radix says:

    Saya baru kena tilang juga dan minta slip biru. Saya ingin tanyakan kalo SIM masih ditahan apa bisa mengendaraain motor tanpa membawa SIM dan gimna kalo pas ada pemeriksaan surat2 kendaraan sama polisi apa kena tilang juga kalo SIM masih di tahan.

    • eanindya says:

      Halo, kamu bawa aja surat tilangnya setiap kamu bepergian. Jadi kalau ada pemeriksaan, kamu bisa tunjukin surat tilangnya untuk informasi bahwa SIM nya sedang ditahan polisi.

  33. brahder R says:

    knp mbaknya gak kena sidang. mgkn yah… karna mbaknya uda ngakuin kesalahan sih mnrt syaa. kemaren kemaren saya sering kena tilang hahaha
    syaa pernh ambil slip merah dan slip biru.
    tp saya selalu tidak pernh sidang. soalnya saya ngambilnya 1 hari selesai sidang. biar gak pala ikut sidang menurut syaa. alhasil bener2 saya gak pernah sidang hahaha
    sedikit share aj mbak wkwkwk

  34. leina says:

    Jd dpt info baru dr mbak.
    saya pernah kena tilang gara-gara lupa nyalain lampu motor. karna baru pertama kali kena tilang, jadi pasrah aja SIM ditahan & dikasih slip merah sama pakpolnya. Trus disuruh ikut sidang 2 minggu setelah kejadian. setelah 2 minggu, ikutlah saya sidang tilang. Dan ternyata prosedurnya gitu tok. Datang,minta nomor antrian,duduk diruang sidang,dipanggil pk hakim,trus kluar mnuju loket buat bayar Rp 40ribu+ngambil sim. krg dr 2 jm urusan slese.
    saya mau tny, kalo melanggar marka kira2 dpt denda brp y?

    • eanindya says:

      Hai, saya kurang tau pasti berapakah denda untuk masing masing pelanggaran lalu lintas. Tapi info yang saya dapat sekarang-sekarang ini kalo motor per pelanggaran 50k, kalo mobil 100k. Kemarin saya kena 250k kenanya dan saya juga gak tau kenapa bisa segitu. Hehe

  35. ilham says:

    Kalau gak punya sim dendanya biasanya berapa ya kalau sidang?

  36. jefri says:

    ijin gabung…klo pelanggar memilih slip biru dan pelanggar sudah membayar denda maksimal ke bank terdekat,maka hari itu juga barang bukti yg disita petugas bisa langsung di ambil di kesatuan dimana pelanggar itu di tilang. dg menunjukan slip penyetoran dri bank.disaat menyerahkan slip penyetoran bank maka petugas kepolian akan meminta no hp pelanggar untk di hub. kalau jumlah uang yg di setor lbh besar dari putusan pengadilan.pelanggar tidak perlu lgi ikut sidang di pengadilan.
    klo kasusnya mbak stlah mbak membayar di bank mbak tdk mengambil barang bukti yg di sita dri petugas,jadi pada saat tgal sidang berkas mbak tetap di naikan bintara tilang k pengadilan.karna tidak di ambil2.
    nah klo uang yg mbak setor k bank lebih besar putusanya dri yg di tentukan pengadilan,dan berkas mbak sudah di limpahkan k kejaksaan,maka petugas pidana umun di kejaksaan selaku eksekutor akan menghubungi mbak melalui sms.
    dan mbak bisa mengambil kelebihan uang yg di setor ke bank.

    • eanindya says:

      Thank you yah infonya 🙂

    • Jimmy says:

      Klo slip biru gak ada No hp saya… Sidang tanggal 5maret 2017… Apakah hasil putusan sidang denda bisa ketahuan… Sim saya sudah balik… Cuma mau tau dendanya berapa… Terus kwitansi denda diambil dimana? MaKasih pencerahannya..

      • eanindya says:

        Biasanya besaran denda diketahui saat sidang yang dilanjutkan dengan pengambilan SIM. Disana nanti sekalian dikasi kwitansinya sebagai acuan buat pengambilan sisa uang yang sudah kita setor ke bank.

  37. Mujek says:

    Ribet jg ya slip biru?

  38. Novita says:

    Saya hari ini baru kena tilang, gara2 lampu motor mati di malam hari dan saya ngga tau
    pertama saya minta yg biru.. dan sama polisi dicentang denda 500rb, katanya bayar di BRI 500rb, nti ikut sidang dan kalo ada kelebihan akan dikembalikan..

    Trus saya ditawari surat merah, dlm 3hari bisa diambil di polsek terdekat dg tempat kejadian dan bisa dibantu di sana.. saya tanya bayar berapa bilangnya sek 80rb..

    Ini trus gimana ya? Sidang ato ke polsek?

    Makasih

  39. Ibnu Putra says:

    Even web resminya aja masih bias sekali prosedurnya..

    https://www.polri.go.id/tentang-tilang.php

    Mungkin yang tahu detailnya bisa kasih referensi resminya dong…

  40. Mansur Sholeh says:

    Saat saya kena tilang dan minta slip biru malah dibilang slip biru udah ga berlaku lagi. Heran…

    Next time, mungkin sama kaya mbaknya aja coba buat minta slip merah dan ikut sidang, penasaran juga jadinya…

    Walau kalo bisa jangan sampai kena tilang lagi…

  41. tyo says:

    aku baru nyari artikel yang tentang tilang lewat slip biru. baru ini yang paling lengkap.. soalnya barusan aku ke kejaksaan 30 menit yang lalu. gara gara tilang. trus aku minta slip biru. bukan karna aku warga negara yang baik, tapi karan udah terlanjur kesel ama tuh polisi. mukanya bikin empet.
    tapi pas tadi aku ke tempat sidang, disuruh balik lagi soalnya udah kelar sidangnya. trus aku bilang, loh bukannya aku minta slip biru karna ngga mau ikut sidang, masalah keputusan denda tilang yang diputusin di pengadilan saya ikut saja, yang jelas alasan saya minta slip biru karna ngga bisa ikut sidang. saya cuma minta surat pengantar sama bukti dendanya. tapi kata petugas itu, saya tetep harus balik lagi hari selasa (4 hari selanjutnya), dan sim ngga bisa di ambil.
    karna saya juga ngga tau apa apa, dan takutnya malah aku yang salah, aku nurut aja. tapi dasar akunya yang bandel, atau emang ngga percayaan ama oknum oknum kaya gitu, aku diem diem nanya ke petugas lain, yang ada di luar, masih muda trus diliat dari tampangnya, kayanya sih orang baik.
    abis itu saya bilang,saya mau ambil sim, saya udah bayar tapi katanya ngga bisa. harus selasa.
    trus dia bilang, kata siap mas?
    saya jawab, itu kata orang yang duduk di ruang pojok.
    trus dia bilang, yang mana mas? trus dia minta ditunjukin. nah dari situ, aku udah ada angin segar, kayanya bisa.
    trus dia nanya, yang mana mas?
    saya kasih tunjuk, itu tuh ruangan yang itu..
    pas dia ngliat.. owhhhh itu jaksa nya mas, kalo dia bilang kaya gitu, ya udah mas ngga papa. dateng lagi aja hari selasa.
    sumpah saya langsung lemes… idiiihhhhh gini amat ya, kok saya ngrasa kaya dipersulit.. akhirnya selasa besok deh saya balik lagi.. tapi saya masih ragu soalnya selasa besok lagi ada kerja trus bener bener ngga bisa ditinggal… liat besok deh.. makasih ya mba artikelnya

    • eanindya says:

      Halo kak Tyo, terima kasih sudah membaca artikelku. Semoga kamu bisa dilancarin yah semua prosesnya. Semangat!

  42. purwa says:

    ternyata birokrasinya ribet banget ya mbak,, saya juga baru kena tilang karena masuk jalur busway maksimal 500.000 pake slip biru ,, dan SIM masih ditahan
    WOW…

  43. Yophie says:

    Tilang Slip Biru

    Hi,
    Sedikit berbagi cerita nih,

    Hari senin tgl 16 Mei, saya kena tilang, karena melanggar lampu merah, setelah terjadi percakapan yg cukup alot dengan polisinya akhirnya saya memutuskan ditilang dengan mengambil slip biru. ( keinget2 info dr social media walaupun juga ngga tau prosesnya seperti apa).Dan akhirnya saya pulang membawa slip biru dan SIM saya ditahan.

    Sampe rumah sayapun langsung cari tau info yg lebih pastinya mengenai slip biru, tanya2 temen dan cari info di internet.
    Ternyata bnyak banget pengalaman mereka yg membuat saya sedikit panik, karena slip biru ternyata tidak seiindah yg dibayangkan.

    Dari info yg saya dapat, bahwa slip biru berarti mengakui kesalahan dan bayar denda maksimal ke BRI, tanpa melalui sidang, bisa diambil dipolres kapan aja sebelum masa sidang. ( karena di slip biru juga tertulis tanggal sidang ).
    Tapi bisa juga melalui sidang nanti diputusin sama hakim kena tilang berapa nanti dikasih form lagi untuk balik ke BRI untuk mengambil kembali sisa uang kita.

    Dan akhirnya saya memutuskan utk mencoba ikut sidang dan menunggu sampai tanggal sidang yaitu Jumat 27 Mei 2016

    Hari senin , tanggal 23 Mei, saya pun pergi ke BRI cabang deket rumah, niat untuk membayar, tapi ternyata tidak bisa karena hanya bisa menerima pembayaran tilang di BRI yg ditunjuk.Karena bank BRI yg ditunjuk ternyata deket dengan pengadilan. Akhirnya saya memutuskan utk membayar sebelum kepangadilan di hari yang sama.

    Hari Jumat tanggal 27 Mei, saya pergi ke bank BRI yg ditunjuk dan membayar denda sesuai dengan yg dicantumkan di surat tilang yaitu sebesar Rp.250.000. Setelah menerima bukti transfer sayapun pergi ke pengadilan.
    Ternyata antrian sudah panjang, akhirnya saya coba bertanya kesalah satu orang disana, proses antrinya sperti apa, dan ternyata cm naroh dan nanti dipanggil, ( pantesan bnyak calo krn mereka pasti bisa didahukukan )

    Ternyata pada saat saya taroh, slip merah semua, akhirnya saya tanya pada petugas disana, klo slip biru gmn??
    Dia menjawab, slip biru tidak udah sidang, langsung ambil aja SIMnya.

    Saya disuruh kesuatu ruangan, terus saya kasih form tilang dan bukti transfernya, dan SIM saya langsung ditangan, terus saya bertanya ke orangnya,
    “Ini khan yg saya bayar denda maksimal Pak? Denda saya yg sebenernya berapa ya Pak? Bukannya saya bisa mengambil lagi sisa uang saya ke BRI?”

    Dan dengan tegasnya si Bapak menjawab, “ya emang segini dendanya jd ngga bisa dibalikin uangnya”.

    Saya sebenernya jg udah males ribet2 lagi, mo komplaint atau mo bawelpun udah males, akhirnya saya memutuskan utk pulang saja dengan membawa SIM tersebut.

    Sepertinya nanti itu si Bapak, bisa mencairkan sendiri ke BRI kali yah, sisa duitnya, ya ngga mau berpiran jelek juga, tapi ya keliatannya seperti itu jadinya.

    Intinya mo ambil slip merah atau slip biru, sama2 ribetnya, mendingan taati peraturan lalu lintas atau klo engga mending kita aja yg ngasih “slip biru” atau “slip merah” nya.

    Sekian pengalaman saya..
    Makasih sudah membaca 🙂

    • eanindya says:

      Halo, terima kasih ya udah sharing pengalamannya. Seneng bisa tau cerita lain tentang tilang dan slip biru 🙂

  44. Putri Ratnasari says:

    Mba saya kan kena tilang juga nih slip biru, udah bayar, tp stnk belum aku ambil soalnya sidang tgl 24juni, saya ambilnya waktu sidang apa di ambil skrg bisa ya mba?

  45. ijin untuk sharing pengalaman buat warga lain yg gk bisa cari info di internet kak…dan saya juga ingin tanya,,pas kakak ke pengadilan untuk ambil no antrian itu ke petugas yg mana ya ??? apa ke petugas yg ada di pintu masuk pengadilan (front office) apa ke petugas yg ada di dekat/sekitar ruang pengadilan…???

    soalnya di blog lain ada kasus yg mau ambil no antrian sidang malah dipersulit oleh petugas front office dengan alasan berkasnya belum dikirim (baru sebulan kelar itu pun karna yg kena tilang sudah berulang kali ke polres dan kejaksaan kota) kemungkinan ada main belakang antara front office dan PakPoL nya…tanpa sepengetahuan hakim

    • eanindya says:

      Halo! Aku ambil nomor antrian di petugas yang ada di sekitar ruang pengadilan yah.

      • oh…sip terima kasih kak,,ini soalnya ada tetangga ku yg kena tilang dan gk mau sidang ditempat/nitip untuk sidang karna hanya bawa uang keci,,lalu beliau tanya ke PakPoL nya saya transfer aja pak,,tanpa penjelasan apapun dari PakPoL langsung dapet slip biru…kaget karna jumlah yg harus dibayarkan 1juta gk tau harus alasan apa lagi akhirnya minta bantuan saya…kbetulan saya anak hukum tapi masih ngandat di smester 6…sekali lagi trimaksih infonya kak…

        • eanindya says:

          Sip. Sama-sama ya. Btw, jangan pernah mau untuk sidang di tempat/nitip ya karena hukumannya akan lebih berat 😉

  46. Adi says:

    Itulah Indonesia,birokrasi di bikin beribet & bertele-tele,sehingga di manfaatin oknum2 tertentu buat korupsi

  47. irna says:

    Cerita Kita hampir SM Mb…sy baru tiba d samarinda,pertama kali tepatx tiba d sini… Baru beberapa meter Dari pelabuhan ternyata sy melanggar marka jalan…sy ditilang, diberi pilihan bayar di bri 500 rb atau Mobil disita ikut sidang, dgn alasan sy pakai stnk sementara Dan SIM luar provinsi…sy masih awam Ttg tilang menilang, terpaksa sy byr di bri daripada Mobil disita sementara sy tinggal di Bontang, 3 jam Dari samarinda…sy TDK diberi slip apapun…kecuali jadi sy foto sj slipx…tolong pencerahanx…

    • eanindya says:

      Halo, sebenarnya slip itu adalah hak dari orang yang ditilang. Kalau bole tau, di slip yang kamu foto ada informasi apa saja? Coba cari contact yang bisa dihubungi disana dan lakukan konfirmasi. Semoga membantu yah.

  48. Hendra Halim says:

    Hari ini tgl 6/12/16, ane baru kena tilang. Gara2 hal sepele… krn jln macet dan pintu tol bukan sesuai yg dituju…
    ane mau keluar jalur ud kasi lampu sen dan masih ditilang.

    Dalam ati gondok banget. Apa pemakai jln yg ud tau salah jalur sdgkan pintu tol masih tol yg masih 250 meter tdk boleh keluar?
    Mmg pemakai jln menjadi korban dr pemangsa yg tdk punya hati. Padahal sudah ane bilang kl ane bukan wrg jkt yg sering lewat jalur situ. Dr gerak mobil ane jg tdk ada selap-selip, malah ud minta ijin keluar barisan masuk tol dg lampu sen. Masa ditangkap jg…? Yg ada nyelip masuk barisan yg antri ke pintu tol mmg ditilang…

    Dsr polisi itu pasti KUALAT…

  49. Budijanto says:

    Sama mbak, anak saya kena tilang, trus tlp saya, saya bilang minta slip biru, ditulis kena denda max. 1.5jt krn 2 pelanggaran gak punya sim dan melanggar rambu. Sudah bayar denda di BRI yg ditunjuk di BRI Kramat Raya. Abis itu ke Polres JakPus, katanya STNK sudah dikirim ke pengadilan, ikut sidang sesuai tgl yg tertera yaitu tgl 16 Des 2016.
    Sampai Di PN JakPus, setelah antrian dipanggil cuma diserahkan STNK tapi tidak dapat bukti brp denda sebenarnya. Kata petugas yg menyerahkan STNK itu, musti ke Kejaksaan. Nah skr baru mau pergi ke sana. Cuma gak tau nih apa bisa diwakilkan sama saya sbg ortunya.

  50. A.Prasetypo says:

    Wah ini juga sedang saya alami di Tangerang, tanggal 30 desember nanti disuruh balik lagi ke pengadilan, kita lihat saja prosesnya bagaimana. Heran yah, kita mengikuti prosedur/sistem yg benar kok dibilang ribet. Indonesiahahaha

  51. abdurrohim says:

    Terimakasih atas infonya mbak, barusan saya juga dari menebus tilang slip biru tetapi anehnya petugas disini bilang setelah selesai bayar dibank lalu menyerahkan bukti pembayaran untuk mengambil sim/stnk di polresta tidak usah ikut sidang lagi katanya, padahalkan kalau melihat cerita di atas harusnya ada sidang untuk mengambil selisih dari pembayaran terhadap berapa denda yg diputuskan oleh pengadilan, nah disini saya tidak merasakan hal seperti yg dijelaskan artikel diatas, disinilah ada rasa kejanggalan dalam prosedur slip biru. semoga dr kasus ini ada pandangan tersendiri bagi para pembaca, terimakasih

  52. Niki says:

    Ikut share juga ya mba mungkin bisa nambah informasi buat yg lain juga.
    jadi saya kena tilang tanggal 14 Januari dideket Lebak Bulus karna ga punya SIM, berhubung baru pertama kali ditilang dan pas dikasih lembar biru saya iya2 aja dan salahnya juga tanpa baca langsung saya ttd aja.
    sampe rumah saya kaget ternyata saya harus bayar denda max 1 juta. Langsung saya browsing2 sampai nemu blog mba yg bilang denda slip biru bisa ngambil kelebihan pembayaran lagi dan agak legaan.
    Beberapa hari kemudian saya bayar denda di BRI Fatmawati sesuai dengan bank yg ditulis dilembar tilang tapi ternyata kata petugas bank sana sebelum bayar harus dapet nomer digit dari polisi melalui SMS (dilembar tilang si polisi memang sempet minta no. hape saya) lalu saya ke polres di darmawangsa trus ke bagian tilang dan bilang kalo saya belum bisa bayar karna belum dapet sms nomer digit dari polisi lalu si polisi saranin buat ke BRI di samping terminal Blok M karna disana bisa bayar tanpa harus dapet nomer itu, dan akhirnya saya bayar di BRI samping terminal blok M, karna beberapa informasi yg saya baca kalo ditilang slip biru dan udah bayar lebih baik ambil SIM/STNK pas sidang aja karna nanti disana kita dapet putusan denda yg bisa kita pake buat ambil kelebihan pembayaran, ada yg bilang jangan ambil barang sitaan di polres karna nanti kalo slip birunya di polisi kelebihan pembayarannya bisa diambil sama si oknum polisi tersebut ke bank tanpa sepengetahuan orangnya, ehm kayanya kurang benar juga sih karna dari pengalaman saya kata mba2 di teller Bank yang bisa ngambil kelebihan pembayaran denda tilang cuma si orang yg ditilang tsb.
    Pas tanggal 20 ke pengadilan Jakarta Selatan di Ampera dan dapet informasi kalo yg denda slip biru sekarang langsung ke kejaksaan jaksel di Tanjung barat tanpa sidang, sampai sana langsung nyerahin lembar tilang biru+slip pembayaran dan dapet nomer antrian. Lumayan lama dipanggil trus kita diminta fotocopy lembar yg udah ada putusan denda sama slip pembayarannya dimana tempat fotocopynya lumayan jauh dari kejaksaan, lalu nyerahin fc lagi dan STNK saya dikembaliin plus lembar putusan sidang (tembusan dari lembar tilang biru)+slip pembayaran, saya ga dapet lembar putusan sidang kaya mba yg pake kop kejaksaan itu mungkin beda2 kali ya. Abis itu langsung ke BRI lagi dan dapet pengembalian.
    Saran saya sih buat yg slip biru lebih baik ambil barang sitaan pas dikejaksaan biar sekalian dapet putusan sidang buat kita ambil kelebihan bayar.

    • eanindya says:

      Terima kasih untuk sharingnya. Jangan lupa bikin SIM yah sebelum mengemudi 🙂

    • Andri says:

      Poin dr komen ini dan artikel ini untuk slip biru
      1. Bayar denda maks ke bri
      2. Lewati 1 minggu setlah tanggal sidang
      3. Datang ke kejaksaan negeri, tebus stnk/sim beserta hasil keputusan sidang
      4. Balik ke bri ambil kembalian

      Jika belum ada putusan stnk/sim di ambil bisa cuma ya relain denda maksimal.

    • leli says:

      niki, mau nanya dong aku barusan kena tilang persis kaya kamu sempet diminta no hp ditulis di slip tilang birunya. kamu itu ke kejaksaanya pas tanggal sidang yg tertera di slip tilangnya apa sebelumnya?
      mohon pencerahannya ya soalnya aku lg bingung harus ngambil kemana setelah bayar.

    • naufal says:

      Dapat kembalian dari 1 juta nya brp?
      Cz saya juga baru kena nih

  53. Dimas says:

    Halo, saya mau tanya nih buat yang udah pernah di tilang pake surat tilang slip biru. Kalo saya belum bayar sampai dengan waktu sidang yang ditentukan apa akibatnya ya??

  54. faisal husaen says:

    Ya allah gitu bgt yah cara Mengayomi masyarakat, saya juga kena tilang, minta mohon slip merah ga di kasih tetap slip biru yg di berikan, bukan nya hak si pelanggar yah mau ambil slip merah atau biru, denger cerita temen temen, aku jadi males bayar ke bank, Klw bayar langsung di kejaksaan nya bisa tidak, atau nunggu putusan denda kejaksaan baru bayar ke bank?? Mohon pencerahan nya

  55. David. A says:

    mau nanya, kalau ikut sidang tilang tanpa bayar dulu ke bank ga papa ?
    soalnya dari blog ini https://1hat.blogspot.co.id/2013/05/surat-tilang-slip-biru-pengalaman.html?showComment=1485403074818#c8858695834292186935 ga papa katanya

  56. Rio says:

    Mau share tentang tilang slip biru.
    Singkat cerita 17 Januari 2017 kena tilang karna masuk jalur busway, kena denda suruh transfer ke BRI 500rb dan sidang tanggal 3 February 2017.

    Saran ane :
    1. Tidak usah ikut sidang ke PN pada 3 February 2017.

    2. Langsung ke Kejaksaan saja 1 minggu setelah 3 February 2017 (10 February 2017)
    2.1. Langsung ke loket tilang serahkan slip biru tilang (dapat no antrian)
    2.2. Antri sampai dipanggil nomer antriannya.
    2.3. Bayar diloket denda sesuai putusan sidang (untuk tilang saya hanya bayar 150rb)

    3. SIM pun sudah kembali ditangan

    Note :
    1. Jika ditilang lebih baik minta Slip Merah karna lebih murah (proses pembayaran sama seperti diatas)
    2. Datang ke Kejaksaan Negeri 1 minggu dr sidang yang ditentukan (baiknya hari Senin-Kamis)

    Semoga membantu ya.

    • Mia says:

      Mas mau tanya, untuk proses dtg ke Kejaksaan sampai SIM kembali, bisa dalam satu hari saja kah?
      Krn sy jg baru sh ditilang dan dikasihnya slip biru, tidak boleh memilih slip merah. Makasi sebelumnya.

    • Sugandi says:

      Om Rio klo baru lewat 3harian dri waktu sidang bisa ga langsung dteng kekejaksaan,berkasnya kira2 dh ada di kejaksaan blm ya?

  57. Mia says:

    Mba Eanindya, terima kasih banyak untuk tulisannya. Sangat informatif sekali dan membantu sy yg baru pertama kali kena tilang dgn slip biru.

  58. hairul azmi says:

    kenapa waktu bayar denda di bank gk denda sebenarnya,, mesti denda maksimal dan itulah yg menjadi awal dr ribetnya pembayaran slip biru

  59. awie says:

    Gua juga barusan kena Tilang karena buku kir mati, Campur dongkol + songong minta slip biru.. @500rb .. T_T
    Kalo gua tau seribet ini, mending kagak songong dah.. (padahal si polisi udah beri signal “Damai itu indah”) – -‘
    Maksud hati ingin jadi warga negara yg baik , apa daya birokrasi masih sekacau ini..

  60. jole says:

    Barusan ane kena tilang gara2 puter balik..eh ternyata ga keliatan jadinya ane d stop, ane minta tilang slip biru, pas ane cek lha kok 500rb, nasib2, suruh bayar ke bri selasa suruh ambil d samsat kebon nanas… kalo kaya gini mending slip merah lbh murah…mungkin lagi sial ya. Ane paling males ngurus kaya gini ga ada waktu

    • Slip biru says:

      Harusnya anda ke lanjut ke pengadilan, biasanya biaya tilang lebih murah, pasti slip dan bukti pembayaran di serahkan ke polisi kan? Kalo iya, polisi itu yg menangi sidang dan mengambil uang anda, uang kembalian jika 500ribu dan anda termasuk masih ringan, bisa mencapai 50ribu , 500ribu itu apabila anda mengaku salah dan pelanggaran itu dapat menyebabkan kecelakaan atau dapat menelan korban. Denda maksimal namanya

  61. Alikaannur says:

    Thnk mba,infonya membantu,sy jg baru kena tilang seminggu yang lalu gara gara masuk jalur cepat dibilangan cempaka putih,alamakk,sy dikasih slip biru dngn denda 500 itupun saya tau pas udah dirumah sy baca baca secara detail,maklum sy blm prnh ditilang jd sangat awam,tgl 7 ini ada sidang dikejaksaan kemayoran,saya mau coba ilmu temen saya,pas sidang jangan dateng,diulur satu minggu baru dah kekejaksaan,berharap gak riweuh pake tranfer ke bank segala,denger denger info dr tmn suruh langsung keloket,putusan dan bayar,kelaar dah,kl saya tau slip biru seriweuh ini,saya minta slip merah ajaya pas kejadian,tapi amit amit jabang bayi dah urusan sama tilang menilang….

    • eanindya says:

      Halo, thanks for sharing yah. Semoga urusan kamu lancar yah 🙂

      • Slip biru says:

        Mbak sharing dong
        Slip biru itu kita dibolehkan mengikuti pengadilan/ tidak mengikuti pengadilan, apabila kita mengikuti pengadilan prosesnya sama seperti slip merah, namun pada slip biru kita membayar ke bank, dan kita dapat dengan cepat mengambil STNK atau SIM, lain dari slip merah yg diharuskan mengambil STNK atau SIM di pengadilan, jadi apabila kita mendapatkan slip biru kita bisa mendapatkan SIM /STNK yg disita dengan cepat. Namun apalabila kita butuh uang, kita boleh ke pengadilan, syaratnya bukti pembayaran tilang jgn sampai hilang dan bukti” lainya (slip biru ,dll) apabila kita sudah ke pengadilan , dan pengadilan menuliskan biaya tilang sebenarnya, misal 1jt, setelah mengikuti pengadilan hanya 200ribu ,nanti pihak pengadilan akan memberikan kita surat untuk bank agar mengembalikan uang 800ribu tersebut. Semoga bermanfaat, ini hanya informasi apabila ada kesalahan koreksi. Terimakasih

        • Slip biru says:

          Apabila tidak ke pengadilan. Atau polisi tidak menjelaskan ini, 100% polisi yg akan mengambil uang kita sebesar 800ribu tersebut namun kalo anaknya orang kaya terserah, mereka membiasakan korupsi terus berjalan. Saya korban slip merah apabila saya akan dikenal banyak orang akan menjelaskan ini dan akan memberi tau semua masyarakat khususnya orang desa

    • leli says:

      mba alika mau tanya dong. gmn mba bisa lgsg bayar keloket untuk slip biru? ga bayar kebank.

    • awie says:

      Tgl 23maret 2017 (Di kota Malang) saya ditilang slip biru (pernah saya share disini tgl 30maret). kesalahannya buku Kir mobil pick up kadaluarsa. Tertulis disana denda tilang Rp 500.000 sidangnya tgl 07april .

      Dari info yang beredar katanya ribet kalo tranfer bank, saya memutuskan kagak mau tranfer.
      saya biarkan sampai hampir 2 bulan. Hari ini saya berangkat kekejaksaan, cari loket pengambilan tilang. Disana sepi gak ada antrian. langsung bayar cash diloket . Total Denda tilangnya Rp 150.000 serta diberikan fotokopi tanda lunas seadanya.
      Proses Selesai dalam waktu kurang dari 5menit.

  62. hanifah says:

    Mbak, Saya kmrn kna tilanh dpet slip biru, trus ga dikasih brp dendanya. Kmrn sih dimintai nomor hp. Tpi udh 3hri blum dpet sms. Itu gimana ya mbak?

  63. adi says:

    Kna tilang slip biru garibet

    • Slip biru says:

      Emang gak ribet tapi buat orang yg membutuhkan uang harus ikut pengadilan, buat anda yg punya uang banyak tidak masalah

  64. Slip biru says:

    Slip biru itu harusnya buat orang kaya yg sibuk, dan mengurangi jumlah sidang ,tapi apabila kita membutuhkan uang kita di boleh kan ikut sidang agar mendapatkan uang kembali yg diambil di Bank, emang ribet, slip biru itu boleh sidang/ tidak, apabila slip merah diwajibkan ikut sidang. Namun dalam slip biru kita dapat dgn cepat mengambil STNK atau SIM dengan cepat di polres dimana SIM atau STNK kita ditilang. Jadi jika ikut sidang kita akan mendapatkan denda yg sebenarnya biasanya lebih kecil dari denda maksimum, jadi intinya slip biru itu untuk orang yg tidak ingin ke pengadilan, dan juga bisa ke pengadilan. Saran jangan sampai slip biru atau bukti” lain di serahkan ke polres apabila kita ingin lanjut ke pengadilan. Apabila tidak butuh uang kembali tidak usah memikirkan , apakah mau denda 1jt yg hanya kalo ikut sidang bisa aja100ribu

  65. kodoc says:

    Hukum + uang = beres

  66. Jason says:

    Saya mw nanya donk
    Klw misalnya saya ditilang nya di daerah jakarta utara.. Apakah saya bisa byr denda tilang nya di bank bri mana saja yg menerima setoran tilang… Dikarenakan sya tidk di infokan untuk byr di bank brii yg ditunjuk.. Dan sya tidk di beritahu..

    • eanindya says:

      Halo, berdasarkan pengalaman pribadi saya, Bank BRI yang ditunjuk untuk pembayaran adalah bank yang dekat dengan kejadian. Semoga membantu

  67. Rizky says:

    haloo, saya kena tilang slip biru, tapi saya ga ikut sidang, kira2 bisa di ambil di kejaksaan? saya belum transfer BRI juga.

    • eanindya says:

      Halo.. Setau saya, kamu harus transfer dulu. Kemudian ke kejaksaan buat ambil hasil sidangnya dan surat-surat lainnya.

  68. joe_mitt says:

    sy tadi pagi baru kena tilang di jl DI Panjaitan-karena lampu motor mati dan terobos lampu merah..
    lalu polisi minta SIM dan STNK, kemudian pak Polisinya bilang kena 2 pasal, lalu dengan sdkt nego akhirnya saya ditilang 1 pasal, SIM diambil dan STNk dekembalikan. dikasih slip biru dengan denda max 500rb. kemudian sy ke bank BRI cililitan, dan tanya ke teler, tellernya nyaranin nanti aja bayar setelah sidang (tgl 2 Juni), kemudian cek ke webnya kejaksaan Jaktim utk tau besaran dendanya. (kl sdh sidang sdh tau jumlah dendanya). jd gk usah pake kembalian, soalnya jd bolak-balik kl hrs ambil kembalian. akhirnya sy gk jadi bayar.. tunggu setelaj 2 juni.

  69. Kusja says:

    Ijin share ,kl kena tilang dikasih slip biru, mending jangan transfer ke bank dulu, langsung ambil dikejaksaan saja dan bayat disitu, kl bayar dibang urusan tambah ribet

  70. Septian says:

    Mbak/mas mohon bantuan nya, saya kemarin tgl 31 agus habis kena tilang karena saya belum bayar pajak jadi SIM saya ditahan dan saya mendapat slip biru tetapi saya tidak tahi harus membayar denda berapa soalnya di slip nya denda nya tidak diberi tahu atau tidak dilingkari , tolong bantuan nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web Design BangladeshWeb Design BangladeshMymensingh